SOSIALISASI CINTA BANGGA DAN PAHAM RUPIAH

SOSIALISASI CINTA BANGGA DAN PAHAM RUPIAH SEBAGAI BENTUK PENGUATAN LITERASI FINANSIAL SISWA SMP NEGERI 6 MALANG

ditulis oleh :
Sedyawati, S.Pd
sedyawati62@guru.smp.belajar.id

Pada Jumat, 12 Agustus 2022 Bank Indonesia melaksanakan kegiatan Sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah di SMP Negeri 6 Malang. Kegiatan yang dikemas dalam Jumat Inspirasi ini diikuti oleh siswa Kelas 7, 8 dan 9 serta Bapak Ibu Guru di halaman SMP Negeri 6 Malang. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMP Negeri 6 Malang Bapak Drs. Syamsul Arifin, M.Ed.

Tim Bank Indonesia memperkenalkan bagaimana bentuk cinta pada rupiah diantaranya adalah mengenali, merawat dan menjaga mata uang Republik Indonesia tersebut. Dengan menjaga dan merawat Rupiah, ciri keaslian Rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar. Bangga rupiah dengan menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, alat pemersatu bangsa dan symbol kedaulatan negara. Dengan demikian kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada Rupiah.

Paham rupiah dengan menggunakan rupiah sebagai alat bertransaksi, alat berbelanja dan berhemat serta berinvestasi. Selain itu tim Bank Indonesia juga menekankan untuk membeli produk UMKM Indonesia saat berbelanja secara online juga merupakan bagian dari cinta rupiah.

Literasi Finansial merupakan salah satu dari 6 literasi dasar yang disepakati di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) yaitu Literasi baca tulis, Literasi numerasi, Literasi sains, Literasi digital, Literasi finansial, dan Literasi budaya dan kewargaan (Buku Yunandra.com). Literasi finansial perlu sekali diperkenalkan dan diterapkan sejak dini agar siswa bijak dalam pengelolaan keuangan.

Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat. (Materi Pendukung Literasi Finansial, Kemdikbud, 2017) Melalui kegiatan ini siswa dapat belajar terampil membuat perencanaan keuangan. Literasi keuangan dapat diukur menggunakan 4 (empat) indikator yakni pengetahuan dasar pengelolaan keuangan, pengelolaan kredit, pengelolaan tabungan dan investasi.

Melalui kegiatan sosialisai yang dilakukan Tim Bank Indonesia kepada siswa SMP Negeri 6 Malang merupakan salah satu indikator pelaksanaan Gerakan Literasi Finansial di Sekolah dengan basis budaya sekolah melalui Jumat Inspirasi. Selain itu dalam memperkuat literasi finansial di sekolah dapat dilakukan juga dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pengoptimalan ‘laboratorium finansial’ seperti Koperasi Siswa. Siswa harus berperan aktif dan betul-betul terlibat dqalam proses jual beli sampai dengan pelaksanaan RAT (Rapat Anggota Tahunan)

Selain itu mengadakan Project based Learning yang bersifat intradisipliner misalnya dengan mengadakan Bazar yang dikelola siswa saat peringatan HUT sekolah adalah salah satu bentuk literasi finansial yang sudah diselenggarakan di SMP Negeri 6 Malang.

Author: Hari Wicaksono

Leave a Reply

Your email address will not be published.